(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

Taliwang, 20 Mei 2026 – Di tengah upaya merapikan fondasi pembangunan, satu hal menjadi benang merah yang terus ditegaskan yaitu data yang akurat adalah kunci. Dari ruang Rapat Paserang Setda, Taliwang, Rabu (20/05), Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mendorong penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui Bimbingan Teknis SIGAP AGR V3 sebagai langkah strategis memastikan kebijakan benar-benar tepat sasaran.

Kegiatan ini menjadi ruang penyegaran sekaligus penguatan kapasitas bagi Agen Gotong Royong (AGR), yang selama ini menjadi ujung tombak pengumpulan dan validasi data di lapangan. Melalui pembaruan aplikasi SIGAP hingga versi 3, pemerintah daerah menekankan pentingnya pembaruan data secara berkelanjutan agar tidak terjadi bias dalam penentuan program, sasaran, maupun kebijakan pembangunan.

Dalam laporan yang disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa H. Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., implementasi Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju) disebut terus disempurnakan seiring kebutuhan penyelarasan data di lapangan. Hal ini menjadi penegasan bahwa kualitas data perlu dijaga secara berkelanjutan agar intervensi program dapat semakin tepat sasaran, terutama bagi kelompok desil 1 yang menjadi prioritas utama.

Membuka kegiatan, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., menekankan bahwa akurasi data tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada keaktifan dan kepekaan para agen di lapangan.

“Makanya saya tekankan kembali pada kita semua, setiap jadwal dan waktu Yasinan itu diharuskan untuk kita hadir. Bukan hanya kita datang untuk duduk mendengarkan, tetapi apa pertanyaan yang ada di lapangan disampaikan. Walaupun tidak dengan bahasa Indonesia, yang penting bisa disampaikan kepada bupati dan OPD terkait agar bisa mendengarkan, merespons, dan mengonfirmasi datanya. Bahasa Taliwang tidak masalah, yang penting aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dengan baik,” tegasnya.

Penyampaian aspirasi yang muncul dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan koreksi data, sekaligus mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai persoalan sosial.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap AGR tidak hanya memahami aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga mampu membaca kondisi riil masyarakat secara lebih jeli. Kolaborasi dengan pemerintah desa, kelurahan, hingga kecamatan menjadi kunci agar data yang dihimpun benar-benar sinkron dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh jajaran kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, serta Agen Gotong Royong se-Kabupaten Sumbawa Barat, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kominfo, Dukcapil, dan Dinas Sosial sebagai pengampu utama pengelolaan data.