Taliwang – Expo Karya “Mengubah Sampah Jadi Berkah” yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, sekaligus rangkaian Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat, menjadi langkah awal pembentukan bank sampah di desa. Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi kepada pemerintah kecamatan dan desa agar pengelolaan sampah mulai dilakukan secara nyata di tingkat masyarakat.
Expo yang menghadirkan berbagai karya peduli lingkungan ini diikuti 14 kelompok, terdiri atas tujuh sekolah dan tujuh komunitas bank sampah. Dari tujuh sekolah itu, SMPN 1 Maluk dan SDN 2 Seteluk merupakan sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Empat sekolah lainnya, yakni MTsN 2 Sumbawa Barat, SDN Goa, SDN Telaga Baru dan SDN Sapugara, merupakan sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten. Sementara SMPN 6 Taliwang tengah mempersiapkan diri menuju Adiwiyata.
Saat membuka expo, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah mengatakan, pengelolaan sampah perlu dikenalkan kepada generasi penerus sejak masa sekolah. Menurutnya, pembelajaran mengenai pengelolaan sampah dapat dimasukkan dalam materi pembelajaran dikelas, misalnya, pada mata pelajaran muatan lokal, sehingga kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan tumbuh sejak usia sekolah.
Di Kabupaten Sumbawa Barat, langkah itu dimulai dari tingkat desa dengan menyiapkan bank sampah di setiap desa, bersamaan dengan penguatan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Program bank sampah tersebut mendapat dukungan melalui APBDes Perubahan 2026 dengan anggaran Rp150 juta per desa, dengan kepala desa menjadi ujung tombak pelaksanaannya. Sementara desa yang telah memiliki TPS3R diarahkan melakukan revitalisasi agar fasilitas tersebut kembali berfungsi dan dapat digunakan untuk mengelola sampah di desa.
Melalui program bank sampah ini, pemerintah daerah menargetkan sedikitnya 30 persen timbulan sampah dapat tersaring sebelum dibawa ke pengolahan lanjutan maupun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Di sisi lain, sampah yang dikumpulkan diharapkan memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bagian dari pola tabungan masyarakat.
“Harapannya bank sampah ini nanti menjadi pola tabungan. Tabungan dalam bentuk sampah yang bisa dinilai sebagai potensi ekonomi masyarakat,” jelas Bupati.
Disampaikan Bupati juga, dalam mendukung pengolahan sampah, pemerintah daerah saat ini merencanakan pembangunan TPST di tiga wilayah. TPST Batu Putih akan melayani Kecamatan Taliwang, Brang Ene dan Brang Rea. TPST Benete untuk Kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang, sedangkan TPST Senayan untuk Kecamatan Seteluk dan Poto Tano. Pembangunan ketiga TPST tersebut ditargetkan mulai dilakukan tahun ini.
Program dan fasilitas yang mulai berjalan ini diharapkan terus berlanjut hingga jadi kebiasaan baru di masyarakat. Dengan begitu, sampah tak lagi sekadar dibuang, tetapi dikelola agar memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., Sekretaris Daerah, drh. Hairul, M.M, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, organisasi wanita, para camat, serta kepala desa dan lurah.