(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

Sumbawa Barat- Menghadapi tantangan pembangunan daerah yang makin kompleks, para kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab Sumbawa Barat diajak bertukar pikiran dengan para senior birokrasi dalam rangkaian kegiatan Retreat Kepemimpinan Kepala Perangkat Daerah Tahun 2026 di Aula Paserang, Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah, Kamis (17/9).

Dialog bertema “Kepemimpinan, Integritas, dan Keteladanan dalam Membangun Daerah” ini menghadirkan dua tokoh senior pemerintahan, Drs. H. Jamaluddin Malik (Sekretaris Daerah pertama KSB sekaligus Bupati Sumbawa periode 2005–2010) dan Drs. H. A. Latief Madjid, S.H. (Bupati Sumbawa periode 2000–2005). Sesi dialog ini dipandu langsung oleh Sekretaris Daerah KSB, drh. Hairul, M.M.

Sebagai pembuka, Drs. H. A. Latief Madjid, S.H. membagikan pengalamannya saat membangun awal birokrasi, di mana jumlah pegawai berpendidikan sarjana masih sangat terbatas. Ia mengingatkan bahwa meski teknologi kini membuat pekerjaan pemerintahan jauh lebih mudah, seorang pemimpin tetap harus mau terus belajar.

Pemimpin, menurutnya, tidak cukup hanya memberi perintah, tetapi perlu turun memahami persoalan, mencari informasi, mendengar masukan, serta menunjukkan integritas lewat keselarasan antara ucapan dan tindakan sehinga ini sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat agar kebijakan dan program setiap perangkat daerah tetap berada pada arah pembangunan yang sama.Melengkapi perspektif tersebut, Drs. H. Jamaluddin Malik menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien di tengah keterbatasan anggaran. Baginya, pekerjaan pemerintahan baru bernilai jika dijalankan dengan niat pengabdian dan integritas tinggi, bertanggung jawab, dan kesungguhan hingga tuntas.

Sekda KSB drh. Hairul, M.M. menutup sesi dialog ini dengan mengajak aparatur untuk memahami perjalanan daerah sebagai bekal generasi pemerintahan saat ini. “Sumbawa Barat hari ini pernah memiliki cerita. Kita tidak boleh menjadi generasi yang melupakan masa lalu serta orang-orang yang memiliki peran saat itu,” ujarnya.

Retreat Kepemimpinan yang berlangsung hingga 19 September 2026 ini menjadi kesempatan bagi kepala perangkat daerah untuk mendengar langsung pengalaman tokoh yang pernah menjalankan pemerintahan, mulai dari cara memahami persoalan dan mengambil keputusan hingga mengelola pekerjaan dengan sumber daya yang tersedia. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas pemerintahan sehingga arah pembangunan yang telah disusun dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.