(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

Taliwang- Bupati KSB: Retreat Kepemimpinan Momentum Memperkuat Integritas, Transformasi dan KolaborasiPemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melaksanakan Pembukaan Kegiatan Retreat Kepemimpinan Kepala Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2026, Kamis (17/9/2026), bertempat di Lantai 3 Gedung Graha Praja Setda Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan retreat tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam memperkuat sinergi dan kapasitas kepemimpinan para Kepala Perangkat Daerah dalam mendukung pencapaian visi Sumbawa Barat Maju Luar Biasa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat selaku Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa retreat tidak semata-mata diisi dengan kegiatan di dalam ruangan. Para peserta juga akan mengikuti sejumlah kegiatan luar ruangan (outdoor) yang dilaksanakan di Killa Balad dan Tiu Suntuk.Selain kegiatan luar ruangan, retreat juga akan diisi dengan sejumlah materi yang menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta para mantan pimpinan daerah dan mantan Sekretaris Daerah.

“Saya berharap kegiatan ini jangan dianggap sebagai cerita biasa. Ini adalah momentum untuk membangun solidaritas, soliditas dan kepekaan selaku ASN. Kita adalah pemimpin OPD kita masing-masing, bekerja untuk mencapai KSB Maju Luar Biasa. Kita tumbuhkan semangat baru untuk KSB Maju Luar Biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., dalam sambutannya menjelaskan alasan pentingnya pelaksanaan retreat bagi jajaran pimpinan daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut dibutuhkan untuk memperkuat kerja bersama antara dirinya, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan seluruh pimpinan perangkat daerah. Bupati menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati tidak mungkin bekerja berdua dalam mengemban visi pembangunan daerah.

“Yang butuh dilaksanakan retreat ini adalah saya dan Wakil Bupati. Kami tidak mungkin bekerja berdua mengemban visi daerah. Kami sudah berjalan kurang lebih hampir dua tahun,” ujarnya.Bupati menjelaskan, retreat tidak dilaksanakan sejak awal masa kepemimpinannya karena dirinya bersama Wakil Bupati terlebih dahulu ingin melihat bagaimana proses kepemimpinan dan pemerintahan berjalan. Dari perjalanan tersebut, dapat dilihat komponen-komponen yang masih membutuhkan dorongan dan penguatan.

Ia juga mengapresiasi tema retreat yang mengangkat sinergi kepemimpinan. Menurutnya, sinergi menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan karena setiap pemimpin memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing.

“Antara pemimpin harus bisa bersinergi. Tidak ada yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah. Semuanya punya peran, mengambil bagian, karena tujuannya adalah visi KSB,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan terdapat tiga hal utama yang perlu diperkuat, baik melalui pelaksanaan retreat maupun dalam pelaksanaan tugas pemerintahan sehari-hari, yakni integritas, transformatif dan kolaboratif.

Pertama, integritas. Bupati mengajak para pimpinan perangkat daerah untuk menyadari nilai dan kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, integritas merupakan bagian penting dari nilai yang akan membentuk penilaian orang lain terhadap seorang pemimpin.

Kedua, transformatif, yakni kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan yang terus berkembang. Setiap generasi, kata Bupati, memiliki tantangan yang berbeda sesuai dengan perkembangan zaman.

Ketiga, kolaboratif. Bupati mengingatkan bahwa dalam menjalankan organisasi pemerintahan terdapat banyak pemangku kepentingan yang harus dibangun kerja samanya, mulai dari staf, tim kerja hingga berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan program pemerintah.

“Kita punya stakeholder, ada staf, ada tim. Jangan sampai kita menjadi masalah di dalam organisasi,” pesannya.

Bupati berharap retreat menjadi ruang bagi para pimpinan perangkat daerah untuk melakukan refleksi sekaligus memperdalam pengetahuan dan pengalaman kepemimpinan. Melalui proses tersebut, diharapkan lahir inspirasi baru yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Nanti kita di retreat, kita merenung sambil memperdalam pengetahuan kita. Setiap generasi ada tantangannya, beda waktunya. Ada inspirasi yang bisa tumbuh,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan agar ego sektoral tidak dimunculkan dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, seluruh perangkat daerah memiliki posisi penting dalam satu kesatuan kerja untuk mencapai visi pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam rangkaian retreat adalah kehadiran para tokoh yang memiliki pengalaman dalam memimpin pemerintahan daerah. Peserta akan mendapatkan pembelajaran dari pengalaman para mantan pimpinan daerah dan mantan Sekretaris Daerah.

Di antaranya adalah Bapak Latief Madjid, mantan Bupati Sumbawa, serta Bapak Jamaluddin Malik, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat dan mantan Bupati Sumbawa.

“Dari mereka kita akan belajar,” ujar Bupati.

Kegiatan retreat kepemimpinan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian kegiatan pembinaan dan penguatan kepemimpinan Kepala Perangkat Daerah, dengan memadukan materi, refleksi, pembelajaran pengalaman kepemimpinan serta kegiatan luar ruangan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan jajaran pimpinan perangkat daerah dalam menjalankan roda pemerintahan menuju Sumbawa Barat Maju Luar Biasa.