
TALIWANG—Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M mengingatkan melalui kegiatan budaya merupakan sarana untuk menjalin dan menjaga tali silaturrahmi.
Demikian ditekankan Bupati saat membuka Barapan Kebo pada Festival Pesona Tamekan 2018 di Arena Barapan Kebo Desa Tamekan, Kecamatan Taliwang, Minggu pagi (28/10/2018). Dikatakan Bupati forum ini merupakan forum silaturrahmi. Jika di desa lain diwarnai dengan gonjang ganjing, tetapi Desa Tamekan diwarnai dengan silaturrahmi dengan semangat Berkarya, Berdaya dan Berjaya atau implementasi dari semangat Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh. ‘’Momen seperti ini bisa saling berkomunikasi, bertukar pikiran, membahas kekurangan untung saling melengkapi. Tidak perlu ada demonstrasi, ribut yang tidak menyelesaikan masalah. Ini lah budaya kita, budaya Barapan Kebo, Barapan Ayam,” kata Bupati.
Perlu diketahui bahwa KSB adalah Kabupaten Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau ODF (Open Defecation Free). KSB adalah satu satunya Kabupaten di Provinsi di NTB yang ODF. Merupakan satu dari empat Kabupaten/Kota di luar Pulau Jawa serta 1 dari 23 Kabupaten/Kota di Indonesia yang ODF. Untuk meningkatkan kesehatan diri dan lingkungan. Selanjutnya masyarakat harus membiasakan cuci tangan sebelum dan setelah makan. Kemudian membuang sampah pada tempatnya. ‘’Dua hal tersebut ditambah KSB yang sudah ODF maka kita akan menjadi masyarakat yang sehat serta terwujudnya lingkungan yang sehat pula,” imbuh Bupati.

Bupati menambahkan, Insya Allah tanggal 11 November ada arena Barapan Kebo baru yang akan dicoba untuk meramaikan Harlah KSB ke 15 Tahun 2018. Karenanya, silahkan datang mengikuti perlombaan tersebut dan terus jaga sportivitas. Jaga terus budaya masyarakat ini, termasuk barapan ayam, karena budaya ini tidak ada di tempat lain. “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrohim, kita buka bersama-sama Festival Pesona Tamekan,” ucap Bupati membuka acara sekaligus mengakhiri sambutannya.
Sebelumnya, Kepala Desa Tamekan Yulhaidir dalam laporannya menyampaikan, Barapan Kebo (Balapan Kerbau) merupakan salah satu perlombaan dari rangkaian Festival Pesona Tamekan 2018. Selain Barapan Kebo lomba atau kegiatan lainnya adalah Barapan Ayam, Maen Bai dan Pentas Seni. Festival Pesona Tamekan sendiri merupakan hajatan untuk memeriahkan hari lahir Desa Tamekan ke-9 tahun 2018, dan kado Desa Tamekan untuk Harlah KSB ke-15 tahun 2018.
Lanjut Kades, IJS (Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh) merupakan semangat semangat masyarakat KSB. Semangat IJS tersebut diimplementasikan warga Desa Tamekan kedalam semangat Berkarya, Berdaya dan Berjaya. Karenanya, Pesona Tamekan adalah karya masyarakat Desa Tamekan. ‘’Festival Pesona Tamekan akan berakhir tanggal 3 November malam Ahad, mudah-mudahan Bapak Bupati berkenan menutup Festival Pesona Tamekenan nantinya,” kata Kades.
(Humas & Protokol)