(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

 

TALIWANG—Aparatur Sipil Negara (ASN) anggota kelompok masyarakat (Pokmas) Plus pembangunan dan perbaikan rumah warga dapat memotivasi percepatan pembangunan rumah korban gempa bumi.

Demikian harapan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M pada pertemuan dengan 193 ASN anggota Pokmas Plus di Central kediaman Bupati, Rabu siang (30/10/2018). Dikatakan Bupati, 193 ASN sesuai jumlah blok gotong royong di KSB ini diminta secara khusus untuk percepatan rekonstruksi rumah korban gempa. Nantinya bapak dan ibu akan dibekali oleh inspektorat. Sehingga rekonstruksi rumah warga di semua blok bisa efektif, efisien, transparan dan target akhirnya adalah aman yakni akuntabel.

“Adanya Agen PDPGR dan pihak Desa belum menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana stimulan, karena itu kami meminta bantuan bapak ibu, ini kerja khusus, yakni lebih ke pengabdian mendampingi tim di lapangan untuk mempertanggung jawaban penggunaan keuangan yakni untuk pengadministrasian,” kata Bupati.

Wilayah kerja sudah jelas, satu orang satu Pokmas yakni di KSB ada 139. Satu blok kalau seluruh KSB terjadi bencana maka satu Pokmas 150 sampai ada yang 200 kk dalam satu blok. Disebut Pokmas Plus karena ada Agen PDPGR dan ASN. Satu peliuk ada tiga Agen PDPGR, di Desa ada tiga Agen dan Kecamatan ada tiga Agen yang merupakan mitra ASN untuk bekerja sama.

Untuk diketahui ada tiga pilihan konstruksi pembangunan rumah, yakni Risha (rumah instan sederhana sehat), Riko (rumah idaman konvensional), Rika (rumah idaman kayu panggung) dan rumah kayu pondasi batu. Nantinya gambar dan teknis agar dipahami. Dinas PUPR PP secara teknis akan menjelaskan agar dipahami. Diharapkan sampai tanggal 20 November nanti sudah ada rumah warga yang selesai. Karena insya Allah pada Peringatan Hari Lahir KSB 20 November mendatang kita akan dikunjungi oleh Menko PMK, Ibu Puan Maharani dimana salah satu agendanya adalah meninjau progres pembangunan rumah.

‘’Diharapkan Bapak Ibu juga bisa menyemangati untuk percepatan pembangunan rumah warga. Contoh ada di Dusun Batu Bele masyarakat sudah membangun 17 unit dengan swadaya dulu, jadi seperti itu, bagaimana memotivasi warga mau membangun rumah, yakinkan uangnya ada,” imbuh Bupati.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Dr. H. Amry Rakhman, M.Si mengatakan, pertemuan ini tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi agar kerja 139 ASN dalam Pokmas Plus dapat berjalan terarah dan fokus. Rumah rusak di KSB baik berat, sedang dan ringan adalah sebanyak 18.514 unit. Dana stimulan tahap pertama sudah masuk ke 2.081 korban gempa. 346 untuk korban yang rumahnya rusak berat dengan pencairan sebanyak 50 persen dan 50 persen menunggu pencairan dari BPNP. Sementara yang rumahnya rusak ringan dan sedang sudah 100 persen masuk di rekeningnya. Tahap dua sampai tahap enam sudah diusulkan untuk dicairkan. Harapannya sesuai kunjungan Presiden, minggu ini bisa masuk tahap dua hingga enam. Pak Wakil Bupati pun hari ini sedang berkoordinasi ke Jakarta. (Humas & Protokol)