Taliwang, 8 Juni 2026 – Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hanipah, membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 gelombang kedua yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa Barat di Kedai Sawah, Senin (08/06). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan ekonomi dalam jangka panjang.
Kepala BPS Kabupaten Sumbawa Barat, Ni Ketut Ayu Rahayu Hendrayani, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan BPS sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Sensus ini bertujuan menyediakan data dasar yang lengkap dan mutakhir mengenai seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Syahrul Hadi Utama menyampaikan bahwa pelatihan diikuti oleh 147 petugas sensus yang terbagi dalam enam kelas dan dua gelombang pelatihan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode pembelajaran hibrida yang memadukan pembelajaran daring melalui Learning Management System (LMS) dan pembelajaran tatap muka selama tiga hari efektif. Para peserta dibekali materi mengenai metodologi sensus, manajemen lapangan, tata cara pengisian kuesioner, penggunaan aplikasi pendataan digital, hingga evaluasi kompetensi melalui pre-test dan post-test.
Ni Ketut Ayu Rahayu Hendrayani menambahkan, pelaksanaan SE 2026 mengedepankan pemanfaatan teknologi informasi. Pendataan usaha menengah dan besar dilakukan melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI), sementara pendataan usaha mikro dan kecil dilakukan secara door to door menggunakan aplikasi FASIH Mobile. Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat pengolahan data, serta memperkuat pengendalian kualitas pada setiap tahapan sensus.

Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selanjutnya, BPS akan melaksanakan pemeriksaan akhir lapangan dan pengolahan data hingga November 2026 sebelum menyusun laporan hasil sensus secara menyeluruh pada akhir tahun.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Hanipah menegaskan bahwa kualitas data yang dikumpulkan petugas akan sangat menentukan ketepatan kebijakan pembangunan yang diambil pemerintah. Ia mengingatkan seluruh peserta pelatihan agar mengikuti setiap materi dengan serius dan menjalankan tugas pendataan secara profesional, jujur, dan berintegritas.
“Petugas sensus adalah penjaga kebenaran data. Satu data yang dicatat dengan jujur dapat mengubah masa depan ribuan orang. Karena itu, saya berharap seluruh petugas melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat menjadi dasar pembangunan yang tepat sasaran,” tegas Hanipah sebelum secara resmi membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sumbawa Barat.