T
ALIWANG—Sebelum melaksanakan sholat sunat Idul Adha, warga KSB diajak Bupati untuk berinstrospeksi diri dari musibah gempa bumi yang terjadi.
‘’mari kita ambil hikmah dari ujian ini, instrospeksi diri, kita ber-taubatunnasuha, meningkatkan taqwa agar Allah mengakhiri bencana yang terjadi. Dirikan sholat sunat taubat, gemakan dzikir dan do’a bersama di masjid-masjid dan musholla di Bumi Gotong Royong untuk keselamatan masyarakat, daerah, bangsa dan negara,’’ kata Bupati dalam pidatonya, Rabu pagi (22/08/2018).
Bencana gempa bumi yang terjadi baru-baru ini telah banyak merusak rumah warga, perkantoran, fasilitas pelayanan publik lainnya bahkan menelan korban jiwa. Harus disadari bahwa Allah menurunkan cobaan karena dampak perbuatan manusia. ‘’telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)’’ terang Bupati mengutip Qur’an Surat Ar-rum ayat 41.
Bupati mencontohkan seperti praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). PETI menimbulkan banyak dampak negatif, mulai dari perambahan hutan, terbentuknya lorong-lorong di perbukitan yang rawan menimbulkan longsor. tidak jarang pula nyawa melayang akibat tertimbun longsoran lubang peti. dampak negatif lainnya adalah pencemaran sungai akibat pengolahan batuan atau kegiatan gelondong. Masyarakat KSB diharapkan menghentikan praktik PETI demi kelestarian alam untuk generasi selanjutnya.
Bupati mengajak masyarakat KSB untuk meneladani tiga tokoh sentral sejarah lahirnya idul qurban, yakni Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar dan Nabi Ismail AS. Meneladani dalam kehidupan berkeluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Mengikuti ketakwaan dengan mental ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh (IJS) Nabi Ibrahim AS, sosok ayah yang menjalankan perintah Allah. Meneladani sikap mental Nabi Ismail AS, sosok anak yang berbakti kepada ayahnya. Serta meneladani sikap mental Siti Hajar sebagai ibu yang IJS terhadap suaminya.
‘’Mari kita berkurban mewujudkan ketakwaan kepada Allah SWT, kemudian aktualisasikan menjadi kesalehan sosial, dengan membagikan daging qurban kepada saudara muslim yang berhak mendapatkannya termasuk kepada korban gempa,” imbuh Bupati.
Bupati juga meminta masyarakat KSB untuk tidak percaya terhadap hoax dan provokasi. Yakni isu tentang berkeliarannya pencuri, perampok termasuk isu tsunami. Berita tersebut hanyalah isu untuk merusak keamanan dan ketenteraman masyarakat yang telah terjaga dengan baik. Namun warga KSB diminta tetap waspada terhadap berbag ai kemungkinan yang terjadi.
Pada sholat Idul Adha 1439 H ini, bertindak sebagai imam adalah M. Said Ismail, S.Ag., M.Pd. sementara sebagai khatib adalah H. M. Nur M. Yasin., M.Si. Dalam khutbahnya, khatib mengurai ibadah haji tentang makna dari rangkaian rukun haji. Selain itu, jamaah sholat ID yang memadati lapangan depan Masjid Agung Darussalam KTC untuk tetap kuat dalam ketauhidan pada setiap kondisi dan situasi. ‘’Tidak ada tempat yang aman di dunia ini, bumi bisa gempa, air bisa bergelombang, langit bisa berawan. Tempat yang paling aman adalah Lailahaillallallah (tiada tuhan selain Allah).
Kalimat tersebut lanjut H. M. Nur. M. Yasin, adalah benteng yang kokoh dari Allah. Bagi siapa saja yang masuk pada benteng tersebut, maka dia menjadi manusia yang aman. Sebab manusia tersebut telah berserah diri kepada Allah.(Bagian Humas dan Protokol)