Sumbawa Barat — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melaksanakan kegiatan studi tiru dalam rangka penyelenggaraan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dengan mengunjungi RPTRA Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (10/02/2026) pukul 09.00 WIB.

Tomy Budihartono, S.Sos., M.Si, Asisten Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan (Kiri) | Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, Wakil Bupati Sumbawa Barat (Kanan)
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Ribut Agus, S.Pd., M.M., Kepala DP2KBP3A Agus Purnawan, perwakilan Bappeda, serta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Sumbawa Barat.
Rombongan Pemkab Sumbawa Barat disambut oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Budihartono, S.Sos., M.Si., Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rizky Hamid, Camat Pancoran Alamsah, Lurah Duren Tiga Mansyur Sabban, serta Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Selatan, Diah Anwar.
Dalam sambutannya, Asisten Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Budihartono, menjelaskan bahwa RPTRA merupakan salah satu sarana prasarana publik yang berfungsi sebagai pusat kegiatan pendidikan, bermain anak, serta penyuluhan dan sosialisasi bagi masyarakat. Saat ini, Jakarta Selatan telah memiliki 62 RPTRA yang dibangun melalui kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan dukungan CSR.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan RPTRA dilakukan dengan pembebasan lahan kawasan untuk kompleks RPTRA serta pengelolaan yang terintegrasi. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pemkab Sumbawa Barat dan berharap diskusi hari ini dapat saling memberikan ilmu dan manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru ini merupakan bentuk keberlanjutan dari program yang telah direncanakan sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga akan menggandeng PT. AMMAN melalui program CSR untuk mendukung pembangunan RPTRA di daerah.
“Kabupaten Sumbawa Barat yang saat ini berusia 22 tahun memiliki luas wilayah 1.743,58 km² dengan jumlah penduduk sekitar 158.000 jiwa, terdiri dari 7 kelurahan dan 58 desa. Maksud kedatangan kami adalah untuk belajar dan meniru model RPTRA Duren Tiga agar dapat membangun RPTRA yang serupa di Kabupaten Sumbawa Barat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa hal yang menjadi perhatian utama Pemkab Sumbawa Barat meliputi pengelolaan sampah, pemberdayaan perempuan, UMKM, PAUD, serta manajemen pengelolaan RPTRA. “Kami memiliki PAUD HI terpadu yang kami harapkan dapat menjadi salah satu RPTRA percontohan, di dalamnya terdapat TK, PAUD, dan Posyandu,” jelasnya.
Wabup juga berharap RPTRA Duren Tiga dapat menjadi mitra dan rujukan bagi Kabupaten Sumbawa Barat. “Kami mohon bimbingan dan arahan, serta berbagi ilmu dan inovasi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah kami. Untuk pembangunan RPTRA, salah satunya akan kami laksanakan melalui APBD KSB,” pungkasnya.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan RPTRA yang ramah anak, inklusif, dan berdayaguna bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.