Sumbawa Barat, – Telah tuntas pelaksanaannya, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS III) dan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) diserahterimakan kepada Pemerintah Desa dan masyarakat. Kegiatan serah terima tersebut berlangsung di Aula Hanipati Resto, Selasa (7/12). Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musayfirin, MM, Sekda Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, ST., M.Si., Kadis PUPRPP KSB, Syahril, ST dan Kepala Satker BPPW NTB, Lely Apriani, ST.,MT.
Dalam kesempatan menyampaikan sambutannya, Kepala Satker BPPW NTB, Lely Apriani, ST., MT, menyampaikan kekagumannya atas hasil yang memuaskan dalam program PAMSIMAS III dan Program KOTAKU yang dikerjakan di Kelurahan Arab Kenangan.
“Kami sudah meninjau Program KOTAKU di Kelurahan Arab Kenangan dan kami sangat puas terhadap hasil di lapangan. Terasa sekali kekompakannya, dengan anggaran 1 Milliar bisa dikolaborasikan dengan berbagai pihak, sehingga hasilnya maksimal,” ungkap Lely
Sementara untuk program PAMSIMAS III, Lely mengatakan bahwa, pamsimas merupakan program peningkatan akses dan kualitas penyediaan air minum dan sarana sanitasi yang layak bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan pinggiran kota. Dimana di KSB sendiri telah berjalan selama 5 tahun sejak 2016 hingga 2021, serta menjangkau 45 desa dari 8 kecamatan.
“Untuk program PAMSIMAS ini, dilaksanakan secara pemberdayaan masyarakat juga. Mengingat air minum merupakan kebutuhan, yang harapannya kedepan terus kita jaga bersama sama keberlanjutannya,” jelas Lely, sembari memberikan apresiasi kepada Desa Sekongkang Bawah atas prestasinya sebagai salah satu KPSPAMS terbaik di Indonesia.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, MM mengungkapkan bahwa program PAMSIMAS dan KOTAKU, sangat erat kaitannya dengan program Pemerintah Daerah, yakni Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Suksesnya kedua program nasional itu di KSB, akan mempertahankan keberlangsungan KSB sebagai satu satunya daerah yang tuntas penerapan 5 Pilar STBM.
“Kalau ada program sanitasi di KSB, pasti berjalan lancar dan maksimal, karena sejalan dengan program STBM. Lihat saja misalnya ketika kita masuk ke Seteluk. Sekarang gang gang sudah ada sumur resapannya, sebagai implementasi dari pengelolaan limbah cair rumah tangga,” jelas Bupati.
Dalam kegiatan itu, tidak lupa Bupati menekankan terkait program PAMSIMAS III dan KOTAKU yang aset dan pengelolaannya telah diserahterimakan, untuk dijaga bersama keberalangsungannya, baik itu oleh Pemerintah Kelurahan dan desa, hingga masyarakat setempat.
“Saya juga meminta pemerintah untuk terbuka. Kerja kolaboratif hanya bisa kita dapatkan dari masyarakat jika pemerintah membuka diri dengan menerapkan prinsip kesetaraan. Karena selama ini, kita bisa mencapai penuntasan 5 pilar STBM, karena kita kerja kolaboratif bersama semua stakeholder,” ungkap Bupati.