(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

Poto Tano – Kecamatan Poto Tano diproyeksikan menjadi lumbung hortikultura di Kabupaten Sumbawa Barat. Optimisme ini ditegaskan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., saat menghadiri panen perdana demplot melon hidroponik sistem Machida di Pusat Edukasi Agrowisata Pertanian Terintegrasi, pada Jumat (27/03/2026).

Pengembangan hortikultura ini merupakan bagian dari perhatian Pemerintah melalui program unggulan “KSB Maju Luar Biasa” pada klaster Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Dalam panen tersebut, sistem hidroponik Machida sukses menghasilkan empat varietas melon unggulan: Apollo F1, Suny F1, Sweet Hamy, dan Lavender. “Targetnya, Poto Tano harus menjadi lumbung hortikultura di Kabupaten Sumbawa Barat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa rencana penempatan Batalyon TNI di wilayah tersebut juga akan memberikan dukungan bagi keamanan dan pengembangan sektor pertanian di KSB, khususnya Kecamatan Poto Tano sebagai sentranya.

Guna memberikan dampak ekonomi nyata bagi petani, Bupati meminta pengembangan hortikultura harus selaras dengan permintaan pasar. “Saat ini pasar itu ada, namun belum diisi oleh komoditas lokal kita. Inilah yang harus kita dukung agar komoditas kita yang masuk ke pasar itu,” tegasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati menginstruksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., dan Kepala Dinas Pertanian, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov., untuk segera melakukan identifikasi dan verifikasi kelompok tani agar usahanya benar-benar berorientasi pada kebutuhan perusahaan atau pasar.

Bupati juga menyoroti pentingnya pengemasan produk (packaging) dan mengajak para petani mengubah pola pertanian primitif menjadi usaha yang lebih berorientasi pasar guna meningkatkan nilai ekonomi mereka.

Untuk mendukung kemudahan operasional petani, Bupati memastikan bahwa bantuan alat pertanian dari pemerintah akan dikelola secara kolektif. ”Alat pertanian akan diurus pemerintah dan ditempatkan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) agar dapat dimanfaatkan bersama oleh seluruh kelompok tani, sehingga tidak memicu kecemburuan pribadi,” jelasnya.

Keberhasilan demplot melon ini diharapkan menjadi contoh bagi petani lainnya dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan agrowisata berbasis hortikultura. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil tani, tetapi juga edukasi pertanian yang bernilai wisata. “Pemerintah akan terus mensupport pengembangan hortikultura ini asalkan ada keseriusan dan kemauan,” pungkas Bupati.