(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

Taliwang – Pentas Seni Tradisi Sadita KSB kembali meramaikan Lapangan Tiang Enam Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Gelaran ini disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi kegiatan sejak sore hingga malam hari untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni tradisi khas Sumbawa.
Penampilan kali ini dimeriahkan oleh sejumlah kelompok dan sanggar seni yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Di antaranya Sanggar Seni Kemas Samawi, Sanggar Seni Sering Menir, Sanggar Seni SMAN 1 Taliwang, Galeri KSB Poma, Sanggar Seni SMPN 1 Taliwang, serta Sanggar Seni SMAN 2 Taliwang.
Beragam sajian seni tradisi ditampilkan, mulai dari lawas ngumang, batu tir, lagu daerah, hingga tarian daerah yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal Sumbawa. Kolaborasi para pelajar, seniman muda, dan pegiat seni tradisi ini membuat suasana pertunjukan semakin semarak dan penuh apresiasi.
Masyarakat tampak antusias menyaksikan setiap penampilan di panggung seni tradisi tersebut. Salah seorang penonton, Hasbullah, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menilai pentas seni tradisi Sadita KSB bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya.
Hasbullah datang khusus untuk menyaksikan penampilan cucunya. Ia mengaku bangga karena cucunya yang sebelumnya dikenal pemalu, ternyata mampu tampil percaya diri di atas panggung. “Saya bangga sekali. Ternyata cucu saya bisa menunjukkan kebolehannya di depan orang banyak tanpa rasa malu. Ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak,” ujarnya.
Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan para pelaku usaha kecil di sekitar Lapangan Tiang Enam. Salah satu pedagang menyampaikan terima kasih dan harapan agar kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, setiap ada kegiatan keramaian, pendapatannya ikut meningkat sehingga sangat membantu ekonomi keluarga.
Sementara itu, Manajer Program Pentas Seni Tradisi Sumbawa Sadita KSB, Roy Marthandra, menyampaikan bahwa berbagai masukan dan apresiasi dari masyarakat serta pedagang kecil akan menjadi perhatian lembaga adat Tanah Samawa. Ia berharap ke depan dukungan dari PT AMNT dan berbagai pihak lainnya terus berlanjut sehingga kegiatan pelestarian seni budaya bisa dilakukan secara berkelanjutan.
“Kolaborasi antara lembaga adat, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membangun serta melestarikan seni tradisi di Kabupaten Sumbawa Barat. Melalui pentas seperti ini, kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk tampil dan berkarya,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya pentas seni tradisi Sadita KSB ini, diharapkan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya lokal semakin tumbuh, serta mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi warga Kabupaten Sumbawa Barat.