(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

Taliwang – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., secara resmi membuka Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 1447 H di Aula Hanipati, Senin (09/02). Mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”, agenda ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Carlof, M.MRS., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Ardi Suzami, S.EI., M.M.Inov., serta Ketua MUI KSB Dr. TGH. Burhanuddin, SQH. Hadir pula dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Bank BSI, Panin Bank, dan Bank NTB Syariah guna memberikan dukungan bagi para jemaah.

Dalam laporannya, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sumbawa Barat, Ardi Suzami, S.EI., M.M.Inov., memaparkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 151 peserta, terdiri dari 144 orang kuota utama dan 7 cadangan. Rangkaian manasik dijadwalkan berlangsung pada 10, 11, 12, dan 14 Februari untuk tingkat kecamatan dan 10 Februari untuk tingkat kabupaten. Tercatat, Lawiyah (88) asal Kecamatan Jereweh menjadi jemaah tertua, sementara Abdul Wahid (32) dari Kecamatan Taliwang menjadi jemaah termuda pada musim haji kali ini.

Menanggapi hal terebut, Bupati H. Amar Nurmansyah dalam sambutannya mengingatkan bahwa 60 persen dari ibadah haji merupakan aktivitas fisik, sehingga jemaah diminta mempersiapkan kesehatan dengan serius. Beliau juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap instruksi petugas haji di bawah naungan kementerian yang kini telah berdiri mandiri. “Kuatkan niat kita bahwa ini kita menjalankan ibadah,” tegas Bupati di hadapan para jemaah yang telah menanti keberangkatannya selama kurang lebih 13 tahun tersebut.

Menutup sambutannya, Bupati meminta para jemaah untuk kooperatif dan jujur mengenai kondisi kesehatan masing-masing, terutama jika memiliki penyakit bawaan. Bupati menegaskan agar jemaah segera melapor kepada pihak Kementerian Haji dan Umrah untuk dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan agar mendapatkan pemantauan intensif. Hal ini dinilai penting guna mempersiapkan fisik jemaah dalam menghadapi tes kelayakan kesehatan (istiqoah) sebagai syarat mutlak keberangkatan menuju Tanah Suci. Bupati juga mengingatkan jemaah agar menjaga nama baik daerah dengan menjaga perilaku selama di Tanah Suci. Sebelum membuka bimbingan manasik secara resmi, Bupati menitipkan harapan agar para jemaah mendoakan kebaikan bagi Kabupaten Sumbawa Barat.