(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

Taliwang – Audiensi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama Universitas Mataram melalui Program Kampus Berdampak membahas penguatan kolaborasi pembangunan daerah yang berdampak kepada masyarakat. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Graha Fitrah, Senin (20/7), menghadirkan jajaran perangkat daerah, akademisi UNRAM, serta perwakilan PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., yang memimpin jalannya audiensi menegaskan bahwa pengembangan potensi daerah tidak cukup hanya dengan menjalankan program, tetapi membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat. Universitas Mataram, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Dilihat dari sejumlah program daerah yang tengah dijalankan, seperti pengembangan pariwisata kerakyatan, penguatan koperasi desa, pengelolaan bank sampah, hingga sektor-sektor ekonomi lainnya, yang membutuhkan dukungan akademis agar dikelola lebih profesional, adaptif terhadap teknologi, dan mampu mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan hari ini, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program nyata, termasuk penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), riset terapan, serta pendampingan yang mendukung pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat,” ujarnya.

Sekretaris Daerah, drh. Hairul, M.M., menambahkan bahwa tantangan pembangunan daerah saat ini bukan lagi sekadar menghadirkan bantuan, melainkan memastikan setiap potensi berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga industri masih membutuhkan sentuhan inovasi dan proses industrialisasi agar mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan. Karena itu, kerja sama yang telah terjalin perlu diintegrasikan dalam satu kerangka kolaborasi utuh bersama Universitas Mataram.

Sementara itu, Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa melalui Program Kampus Berdampak, UNRAM akan menyiapkan model pendampingan yang tidak bersifat sesaat. Setiap desa sasaran akan didampingi oleh pakar-pakar yang terdiri atas profesor, dosen, dan mahasiswa yang dirancang berlangsung secara berkelanjutan melalui riset, pelatihan, alih teknologi, dan penguatan kapasitas masyarakat desa.

Dengan demikian, sinergi yang telah terbangun diharapkan semakin terintegrasi sehingga melahirkan inovasi pembangunan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat Sumbawa Barat. Hasil audiensi ini akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan pembahasan teknis bersama perangkat daerah terkait guna merealisasikan berbagai bentuk kerja sama dan pendampingan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.