Brang Rea – Pangdam IX/Udayana Maijen TNI M. Zamroni, S.IP.,M.si melaksanakan Panen Raya bersama Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST.,M.Si di Desa bangkat monte Kecamatan Brang Rea pada hari Jumat 14/03/2025 Pukul 09.00 Wita. Dalam kesmepatan tersebut Pangdam Udayana hadir bersama istri Desy M Zamroni selaku Ketua Persit Kartika Candra Kirana Daerah IX/Udayana. Hadir bersama Bupati dalam kesempatan tersebut Kepala Bulog, Kepala Dinas Pertanian KSB, Camat dan Kepala Desa Se-Kecamatan Brang Rea.
Dalam laporannya, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST,M.Si menyampaikan bahwa, lokasi dimana tempat dilaksanakannya cara ini adalah termasuk dalam wilayah irigasi Bendungan Bintang Bano yang telah diresmikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo di tahun 2021. Bendungan ini sangat besar kapasitasnya yaitu 78 Juta meter kubik dengan multi fungsi dan fungsinya yang paling utama adalah layanan jaringan irigasi. Bupati juga menyampaikan bahwa seperti yang kita ketahui bersama bahwa ini menjadi perhatian khusus di kabinet Bapak Prabowo Subianto bahwa banyak bendungan yang diresmikan oleh Presiden sebelumnya yaitu Presiden Joko Widodo, ada program 65 bendungan. Bendungan selesai jaringan irigasinya yang belum bisa dituntaskan.
” Jaringan irigasi Bendungan Bintang Bano yang ke arah ekstensifikasi seluas 4.500 hektar ini belum terselesaikan, masih dalam tahap penyelesaian. Proses pembangunan hari ini sedang berjalan, nah ini tempat kita panen hari ini adalah tadah hujan yang hanya bisa sekali tanam. Tetapi begitu nanti terlayani oleh jaringan irigasi bendungan, maka ini menjadi tiga kali tanam. Jadi intensitas tanamnya naik menjadi 300%, dan insyaAllah jaringan irigasinya akan selesai tahun depan”.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa Alhamdulillah hasil panen padi masyarakat per 14 Februari sampai dengan hari ini ada yang sudah diserap oleh Bulog kurang lebih hampir 200 ton gabah. dengan harga 6.500 per kg. ” Ada tantangan yang menarik Pak jenderal, bahwa kadangkala urusan harga anjlok ini bukan murni kesalahan pihak pemerintah tetapi ada contoh bahwa karena kekurangan alsintan terutama yang namanya komben ini memaksa petani lebih cepat panen sebelum usia layak panen. Belum waktunya panen terpaksa dipanen karena ketersediaan komben. Salah satu dari program kami nantinya adalah pemerintah akan menyiapkan komben berbasis BPP Pertanian kecamatan yang insya Allah mulai tahun ini . Ketika air irigasi sudah baik maka harus ada usaha untuk meningkatkan hasil dari usaha pertanian dengan pengembangan varietas unggul”
Bupati juga menyampaikan ucapan terimakaksih dan dan apresiasi kerja-kerja kolaborasi, khususnya TNI AD yang selama ini sudah berkolaborasi dengan Polri membantu Pemerintah melalui Program PDPGR. Mudah-mudahan kerja-kerja kolaborasi ini akan terus kita tingkatkan dimasa yang akan datang, ungkap Bupati
Sementara itu, Pangdam Udayana Muhammad Zamroni menekankan kepada masyarakat bahwa yakinlah bahwa pemerintahan hadir untuk rakyat. Alhamdulillah kita bisa panen dan kedepannya Pak Bupati bersama Bulog pasti akan memikirkan persoalan yang ada berkaitan dengan pertanian di Sumbawa Barat, semuany akan diperhatikan seperti halnya semboyan daerah ini yaitu pariri lema lima bariri. ” Semangat gotong royong harus diteguhkan, jangan semuanya diserahkan kepada pemerintah. Kita turut memelihara yang sdah diberikan, semangat gotong royong harus kita bangun bersama-sama sehingga ada partisipasi masyarakat karena ini berkaitan dengan kelangsungan hidup dan kehidupan kita. Pemerintah selalau berpikir agar bagaimana supaya rakyat ini sejahtera, bagaimana rakyat ini setiap hari tersenyum, kalau kita tersenyum bebas dari penyakit jantung bebas dari kolesterol bebas dari sakit hati dan lain sebagainya.
” Saya memberi apresiasi terhadap alam Sumbawa Barat yang masih hijau. Jangan terbang hutan, jangan bangun rumah di atas gunung, tidak usah tanam jagung dengan membabat hutan, karena ternyata hasil jagung tidak seberapa dengan kerusakan yang terjadi pada hutan kita. Biarlah itu menjadi pelajaran bagi kita jangan sampai kita ikut-ikutan langkah keliru seperti yang ada pada daerah lain. Jangan kita mengelola alam dengan instan dengan cepat. Dengan adanya hutan, akan ada air. Alhamdulillah di tempat ini masih hijau sejuk. Kita berdoa semoga dengan progtram pak Bupati pertanian kita akan semakin maju, bisa tanam tiga kali dan para petani bisa naik haji”, Tutup Pangdam Udayana