Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M. didampingi Ketua DPRD KSB Kaharuddin Umar dan Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat Nusirwan Sahrul, S.H., M.H. menghadiri acara Pisah Sambut dan Silaturrahmi Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, di Rinjani Ballroom Hotel Lombok Raya Mataram pada Kamis Malam 2 Januari 2020. Acara tersebut dilaksanakan karena adanya mutasi dan promosi pejabat struktural di lingkungan Korps Adhyaksa dengan merujuk pada Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-372/A/JA/12/2019. Surat Keputusan ditandatangani oleh Burhanuddin dan ditetapkan di Jakarta pada 16 Desember 2019. Keputusan tersebut ditindaklanjuti dengan pelantikan dan serah terima jabatan antara Kepala Kejaksaan Negeri yang lama Arif, S.H., M.M. dengan Kepala Kejaksaan Tinggi NTB yang baru Bapak Bapak Nanang Sigit Yulianto, S.H., M.H. pada tanggal 27 Desember 2019.
Arif sendiri dipercaya oleh Jaksa Agung menjadi Direktur Ideologi Politik, Pertahanan dan Keamanan pada JAM-Intelijen, sedangkan Bapak Nanang Sigit Yulianto, S.H., M.H. sebelum menjadi kepala kejaksaan negeri NTB merupakan Wakil Kajati DKI Jakarta.

Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto (kedua dari kiri) dan mantan Kajati NTB Arif (keempat dari kiri, berkacamata) bersama Gubernur NTB (tengah), Kapolda NTB dan Danrem 162/WB pada acara pisah sambut dan silaturahmi di hotel lombok raya mataram, kamis, 2 Januari 2020.
Bapak Nanang Sigit Yulianto, S.H., M.H. dalam sambutannya langsung memperkenalkan diri kepada masyarakat dan berjanji akan mendukung sekuat tenaga mensukseskan seluruh program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah NTB. Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., mengucapkan selamat datang kepada Kepala Kejaksaan tinggi NTB yang baru dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kepala Kejaksaan tinggi NTB yang lama. Beliau juga menekankan bahwa salah satu point penting dari NTB Gemilang adalah bagaimana menciptakan NTB yang ramah bagi investasi. Investasi menjadi prioritas karena tidak mungkin NTB bisa mencicipi kemakmuran kalau tidak bersahabat dengan investasi. Knp? Karena tidak ada Daerah bahkan Negara yang bisa makmur dengan hanya mengandalkan sektor tradisional seperti pertanian misalnya.
Investasi ada untuk membuka lapangan kerja baru, investasi ada untuk menampung tenaga kerja yang berlebihan di sektor pertanian, dan investasi ada untuk membantu daerah menggapai kemakmuran. “Tidak salah jika Presiden Republik Indonesia ketika mengumpulkan seluruh Gubernur, Jaksa, Polri, TNI dan seluruh elemen negara menekankan satu pesan yaitu untuk Indonesia lebih baik, tugas Pemerintah, Polisi, Jaksa, TNI adalah untuk memberikan kenyamanan pada investasi. Sehingga tidak ada lagi investor atau pengusaha yang merasa takut dan ragu untuk datang dan berinvestasi di NTB. “ kata Gubernur.
Acara dihadiri Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., beserta jajarannya, Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Danlanud Rembiga, Danlanal, Seluruh Bupati/Walikota se-NTB, Seluruh Ketua DPRD Se-NTB, Jajaran Kejaksaan Se-NTB, Unsur Pengadilan Tinggi, para pengusaha dan tokoh masyarakat. (Rilis 02/Humpro/I/2020)