Taliwang – Musyawarah Daerah (Musda) II Pimpinan Daerah Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) Kabupaten Sumbawa Barat digelar di Hanipati Resto, pada Minggu (08/02). Acara ini mengusung tema “Bangkit Bergerak dalam Kesatuan Fastabiqul Khairat dalam Iman dan Taqwa.” Dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si. Turut hadir, Kepala Kantor Kementerian Agama KSB H. Lalu Suhaili Fathanah, S.Pd., Sekretaris PW Pemuda Nahdlatul Wathan NTB Muhammad Jamaluddin, Ketua MUI Sumbawa Barat Dr. TGH. Burhanuddin, SQH, Kepala Badan Kesbangpol Saifullah, S.IP, perwakilan Kapolres, unsur ormas, serta organisasi kepemudaan di Kabupaten Sumbawa Barat.

Ketua Panitia, Syamsul Anwar (Kiri) dan Sekretaris PW Pemuda NW NTB, Muhammad Jamaluddin (Kanan)
Ketua Panitia Syamsul Anwar dalam laporannya menekankan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagai wajah bangsa sekaligus motor perubahan. Pemuda didorong untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat aktif sebagai agen perubahan, agen pembangunan, dan agen pembaruan. Ia menegaskan pentingnya kreativitas, riset, pendidikan, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong kemajuan Sumbawa Barat, dengan tetap menjaga persatuan dan menghindari konflik.
Pesan tersebut diperkuat oleh Sekretaris PW Pemuda Nahdlatul Wathan NTB Muhammad Jamaluddin, yang mewakili pimpinan wilayah. Ia menyampaikan bahwa Musda II menjadi momentum penting bagi keberlanjutan gerakan kepemudaan NW di Kabupaten Sumbawa Barat. Menurutnya, gerakan pemuda harus diarahkan pada penguatan kreativitas, inovasi, serta peran aktif dalam mendukung pembangunan daerah, dengan menjadikan persatuan dan optimisme sebagai fondasi utama menghadapi tantangan masa depan.

Bupati Sumbawa Barat, H.Amar Nurmansyah,ST.,M.Si
Menanggapi semangat yang disampaikan oleh Ketua Panitia dan perwakilan PW Pemuda NW NTB, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menekankan bahwa makna pemuda tidak hanya diukur dari usia, tetapi juga dari semangat, daya adaptasi, dan kemampuan menjawab tantangan peradaban. Ia menggarisbawahi pentingnya transformasi dalam organisasi kepemudaan agar tetap relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menyoroti bahwa organisasi harus dibangun di atas kebersamaan dan tidak bergantung pada satu figur. Kepengurusan diharapkan diisi oleh pemuda yang benar-benar siap bergerak, memiliki komitmen, serta fokus pada program kerja yang realistis dan berdampak. Ia juga menekankan peran organisasi kepemudaan dalam menjaga generasi muda, memperkuat pembinaan mental dan sosial, serta mengambil peran strategis dalam menghadapi dinamika sosial di masyarakat.
“Saya senang menggunakan bahasa transformasi. Karena di situ mengandung makna adaptif. Mampu berubah dengan lebih baik dengan beradaptasi perkembangan peradaban.” ujar Bupati dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan rencana penyediaan sekretariat bersama bagi organisasi kemasyarakatan sebagai upaya memperkuat sinergi dan efektivitas kelembagaan di Kabupaten Sumbawa Barat yang dicanangkan akan bisa digunakan setelah Idul Fitri.
Menutup rangkaian sambutan, Bupati Sumbawa Barat secara resmi membuka Musyawarah Daerah II Pemuda Nahdlatul Wathan Kabupaten Sumbawa Barat. Pembukaan tersebut menandai dimulainya proses musyawarah yang diharapkan mampu melahirkan kepengurusan, program kerja, serta arah gerakan organisasi yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah dan penguatan peran pemuda ke depan.