(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

Taliwang — 8 November 2025. Pentas seni tradisi budaya dengan tema “Sadar Budaya Daerah demi Pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat” atau disingkat Sa Dita KSB resmi dibuka pada Sabtu malam, 8 November 2025, bertempat di Taman Tiang Nam Taliwang. Kegiatan ini menjadi momentum awal (kick off) rangkaian pentas seni tradisi yang akan melibatkan berbagai sanggar seni di Kabupaten Sumbawa Barat.
Acara ini diikuti oleh sanggar-sanggar seni sekolah serta sanggar seni binaan masyarakat umum, yang menampilkan ragam kesenian daerah. Pada malam pembukaan, para pelaku seni menyuguhkan tarian daerah, lagu daerah Batutir, serta pementasan seni tradisi lisan lainnya yang menjadi kekayaan budaya masyarakat Samawa.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari PT AMMAN dan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Tana Samawa Kamtetu Telu Kabupaten Sumbawa Barat.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa pelaksanaan kick off pentas seni tradisi ini merupakan upaya nyata untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan seni tradisi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan malam ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya seni tradisi untuk terus hidup dan berkembang dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Beliau juga menekankan bahwa penyelenggaraan pentas seni tradisi tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Kita bisa melihat sendiri bahwa dengan adanya kegiatan ini, para pedagang makanan dan UMKM dapat menjual dagangannya, pendapatan mereka meningkat. Inilah yang menjadi tugas pemerintah daerah, bagaimana kegiatan-kegiatan seperti ini mampu mendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Pelaksanaan Kick Off “Sa Dita KSB” diharapkan menjadi pemantik lahirnya berbagai aktivitas pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Sumbawa Barat sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah. Kehadiran masyarakat yang antusias menyaksikan pertunjukan seni tradisi pada malam pembukaan menjadi bukti bahwa seni budaya lokal masih sangat hidup dan mendapat tempat di hati masyarakat.