(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

TALIWANG—Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Mulyono melihat terjaganya kebinekaan di Kabupaten Sumbawa Barat.

Hal tersebut diungkapkan Kasad dalam pidato kebangsaan saat tasyakuran peresmian Kodim 1628/Sumbawa Barat di lapangan depan Masjid Agung Darussalam Komplek KTC usai upacara penutupan TMMD ke-101 Tahun 2018, Kamis (3/05/2018). Kasad mengaku, wawasan kebangsaan di NTB sudah mengakar dan membumi. Parade defile budaya yang mewakili suku budaya dalam upacara penutupan TMMD merupakan praktik dari wawasan kebangsaan dan terjaganya Bhinneka Tunggal Ika di KSB.

Dalam defile budaya tersebut, ditampilkan kesenian daerah sejumlah suku di Indonesia yang ada di KSB, mulai dari seni Gendang Beleq mewakil suku Sasak Lombok. Kesenian Reog Ponorogo mewakili Suku Sasak, kesenian dari Bima-Dompu, Sulawesi, NTT, Bali, Samawa termasuk dari etnis Arab dan suku/etnis lainnya. Kasad pun menyebutkan, Indonesia memiliki 17 ribu pulau dengan keberagaman suku, ras, agama, adat istiadat, budaya dan keberagaman lainnya. Namun demikian bangsa Indonesia dapat hidup harmonis di tengah-tengah perbedaan. ‘’Saya tidak melihat acara di tempat lain seperti ini, hanya di NTB  yang kental menjaga dan melestarikan adat budaya. Jadi kalau soal kebangsaan saya harus berguru di NTB. Bhinneka Tunggal Ika ada di KSB,” sebut Kasad.

Rakyat tidak boleh menjadikan keberagaman sebagai pembeda yang memecah belah bangsa. Pandang perbedaan dengan Pancasila yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga kebinekaan akan terus terjaga. ‘’Nanti kalau ada orang yamg mau belajar keberagaman, saya katakan belajarlah di Sumbawa Barat. Saya juga mengapresiasi Bapak Bupati yang membentuk agen pemberdayaan gotong royong yang dibentuk untuk menggerakan budaya luhur bangsa yaitu gotong royong,” terang Kasad

Lebih jauh Kasad mengajak warga Sumbawa Barat untuk menjaga Indonesia yang diwarisi para pejuang. Bangsa saat ini menikmati kemerdekaan berkat perjuangan leluhur. Bendera Indonesia yang diwarisi pahlawan juga bukan sekedar warna merah putih atau lambang. Namun maknanya adalah perjuangan dan pengorbanan, nilai persatuan dan kesatuan. Ini juga harus disampaikan kepada generasi muda.(Bagian Humas & Protokol)