
Sumbawa Barat, – Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, S.T. (Selasa/15/03) bersama jajaran Dinas hadir di Desa Seloto dalam rangka menghadiri acara Parenting dan Sosialisasi yang diselenggarakan oleh TK Negeri 6 Taliwang. Dalam kesempatan tersebut hadir bersama Wabup, Kepala Dinas P3KBP3A, Sekdis Kesehatan, Kabid PAUDNI dan PNF Dinas Dikbud, Sekcam Taliwang beserta jajaran dinas lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala TKN 6 Taliwang Yuyun Sylvia Dewi, S.Pd. dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan tersebut sangat didukung oleh Pemerintah Desa Seloto, PAUD lainnya yang ada di Desa Seloto. “Alhamdulillah kegiatan ini mendapatkan dukungan yang baik dari Pemerintah Desa, Para Guru, dan Kami sangat berterimakasih pak Wabup dapat meluangkan waktunya hadiri dalam kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami ini” Ungkap Yuyun.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUDNI dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat, Muhlisin Sahdi S.Pd., M.M. dalam laporannya menerangkan bahwa saat ini pelaksanaan acara Parenting dan Sosialisasi dilaksanakan hampir disemua satuan pendidikan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong dan mencegah terjadinya stunting. Untuk mendukung ghal tersebut, Dinas Dikbud saat ini sedang membuat Peraturan Bupati untuk layanan paud HI. Dalam Perbup tersebut disebutkan bahwa PAUD HI nantinya dibina oleh Pemerintah Desa. Sementara PAUD yang sudah ada beroperasi sekarang ini akan dilimpahkan ke desa. Dengan begitu dana bisa diintervensi desa, membangun kapasitas komtensi guru, menciptakan guru berkuakitas. Dan nantinya Dana BOP bisa diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan penurunan stunting, Ungkap Mukhlisin.

Sementara itu Wakil Bupati Sumbawa Barat dalam sambutannya mengajak kepada seluruh ibu-ibu yang hadir dalam kesempatan tersebut untuk bagaimana caranya menumbuh kembangkan seorang anak. Wabup berharap kepada para hadirin yang hadir dan para orang tua harus memantapkan niatnya dalam mengurus anak. Tata cara mengasuh anak itu tidak dipelajari di bangku sekolah. Saya yakin semua para ibu menginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tidak ada satu pun orang yang ingin anaknya terjerumus, ungkap Wabup.
Wabup juga memberikan pengetahuan tentang Pola Asuh Anak dalam kegiatan tersebut. Wabup menerangkan bahwa pola asuh anak itu ada 4 bagian. Yang pertama, ada orang tua yang mengasuh anaknya secara otoriter, menerapkan aturan yang sangat ketat. Pola ini bisa menyebabkan anak menjadi penakut, karena ia menyangka lingkungannya sama seperti apa yang dirasakan pengajaran yang diberikan oleh orang tuanya. Maka dari itu, hal tersebut harus menjadi evaluasi bersama agara dalam mendidik anak haruslah menggunakan hati, pengasih dan penyayang. Yang kedua, ada pola orang tua yang selalu positif thinking kepada anak. Berkembang tapi diberi aturan, dan juga memberikan kesempatan kepada anak untuk berdikari. Ketiga acuh tak acuh. Pola asuh seperti itu tidak boleh dilakukan, karena jaman sekarang kecanggihan teknologi sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Kalau jaman dulu boleh seperti itu, tapi sekarang tidak boleh. Dan yang ke empat Pola Asuh yang tidak memperhatikan sama sekali. Hal ini bisa disebabkan karena orangtuanya tidak siap dalam berumah tangga, karena pernikahan dini, dan yang sejenisnya. Akibatnya anak-anak terlantar. Ini dapat menyebabkan anak kita hidupnya liar, terang Wabup.
Wabup dalam kesempatan tersebut juga menitip pesan kepada Kepala Desa Seloto agar warganya yang saat ini termasuk dalam kategori stunting agar dapat diperhatikan. Syukurlah jumlahnya sedikit, tapi walaupun begitu Kepala Desa harus bisa memperhatikannya dengannya menjenguk, memperhatikan, memberikan apa yang menjadi kebutuhannya, dan kalau bisa disiapkan dalam APBDes-nya agar dapat diintervensi melalui dana Desa. Kita berharap tahun depan di Desa Seloto tidak ada lagi yang stunting, tegas Wabup.