Poto Tano, 10 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melanjutkan agenda Safari Ramadhan guna mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan program-program strategis daerah. Kali ini, Bupati dan Wakil Bupati KSB menyambangi Kecamatan Poto Tano, bertempat di Masjid Nurul Iman, Desa Senayan. Acara yang dimulai dengan berbuka puasa bersama itu dihadiri pula oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Syahril, S.T., Kapolres, Dandim 1628, Camat Poto Tano, jajaran kepala OPD, Kepala Desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Camat Poto Tano, Muhlis, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan beberapa poin penting terkait perkembangan di wilayahnya. Ia melaporkan bahwa progres distribusi Kartu KSB Maju di Kecamatan Poto Tano telah mencapai 70%, dengan 2.716 kartu dari target 3.670 KK telah terdistribusi. Kendala yang dihadapi mayoritas disebabkan oleh pekerjaan petani yang masih di sawah. Selain itu, rehab rumah tidak layak huni telah mencapai 100% untuk 3 unit dari target 18 unit. Camat Muhlis juga menegaskan kondisi Poto Tano saat ini aman dan kondusif, meskipun empat desa akan menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan Babinsa untuk menjaga ketertiban. Terkait kondisi alam, Muhlis menyebutkan dua titik yang bermasalah saat hujan di Kiantar dan Jalur Baru Senayan Lamusung, yang telah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk penanganan.
Muhlis juga melaporkan terkait dengan perogres Koperasi Merah Putih, dari delapan desa, hanya tiga desa yang belum memulai progresnya, dan Camat telah mewajibkan desa-desa tersebut untuk menganggarkan pengadaan lahan pembangunan koperasi merah putih dalam anggaran perubahan tahun ini. Ia juga menyampaikan kebanggaan bahwa dua Koperasi Merah Putih di Desa Poto Tano dan Desa Senayan telah mencapai progres 100%.
Dalam arahannya, Bupati Sumbawa Barat menyoroti beberapa isu krusial. Terkait Pilkades, Bupati menyampaikan bahwa dari 22 desa yang akan mengikuti Pilkades serentak pada tahun 2026 di KSB, empat di antaranya berada di Kecamatan Poto Tano, yaitu Desa Senayan, Tua Nanga, Kokar Liang, dan Tambak Sari. “Memang kadang kala paling terasa persaingan di pemilihan kepala desa, karena ini unit pemerintahan terkecil daerah otonomi di pemerintah desa, mohon bantuan dari Babinsa, Kamtibmas untuk ikut menjaga kondusivitas di desa, untuk ikut menjadi penyejuk di konstelasi 4 desa yang akan mengikuti Pilkades,” tutur Bupati. Ia menambahkan bahwa SK Pilkades telah ditandatangani dan dijadwalkan dimulai September serta selesai November agar tidak ada lagi Penjabat Sementara (PLT) Kepala Desa. “Mohon kita menjaga kesejukan dan kondusivitas di desa kita masing-masing,” imbuhnya.
Fokus utama lain yang ditekankan Bupati adalah isu pengelolaan sampah, sebagai tindak lanjut arahan Presiden yang dipaparkan dalam forum koordinasi daerah 40 hari lalu. “Pesan itu adalah Bagaimana menjadikan Indonesia ini menjadi negara yang bersih dari sampah, lingkungan yang bersih dan ramah bagi pariwisata,” tegas Bupati. Ia mengakui bahwa Sumbawa Barat hampir terancam menjadi kota/kabupaten kotor karena masih banyaknya TPS liar dan pengelolaan TPA yang belum sesuai prosedur. Untuk itu, Pemda telah membuat kebijakan baru. Bupati menghimbau desa agar bisa berpartisipasi di hulu dengan pengelolaan sampah di bank sampah. “Semua desa bagi yang sudah ada TPS 3R-nya nanti wajib mengoperasikan TPS daerah dan nanti akan di-support oleh Pemda. Yang belum ada TPS 3R-nya wajib menjalankan bank sampah,” jelas Bupati. Ia menambahkan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Bappeda terkait dana guna menjalankan bank sampah, dengan pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup. Di sisi hilir, Pemda akan membangun TPA TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu). “Kami akan kelola lahan (TPA) itu dengan profesional, ada pengelolaan bukan hanya sekedar buang-buang. Tidak boleh lagi ada TPS liar,” tegas Bupati, seraya menargetkan program ini dapat berjalan utuh pada tahun 2027.
Selanjutnya, Bupati menyampaikan apresiasi atas progres pembagian Kartu KSB Maju yang telah mencapai 70%. Ia berharap distribusi dapat tuntas pada akhir April. “Nanti yang dari kabupaten akan menyampaikan daftar nama yang belum dibagikan kartu, nanti tim desa yang tentukan, bukan kabupaten, desa yang tentukan jadwal, supaya Kades bisa menghadirkan nama-nama yang belum mendapatkan kartu,” pinta Bupati. Hal ini penting agar masyarakat dapat segera memanfaatkan bantuan yang ada, mengingat di tingkat Pemda statusnya sudah 100% terdistribusi namun belum sepenuhnya termanfaatkan di masyarakat. Dari total 51.915 KK, hampir 43.000 lebih menjadi penerima manfaat, baik dalam bentuk bantuan tunai maupun non-tunai. Bupati juga menyoroti manfaat Kartu KSB Maju, seperti dana pendamping rujukan sebesar Rp1,5 juta dan gratis ambulans bagi keluarga yang sakit dan memerlukan rujukan rawat inap.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengundang seluruh Forkopimcam dan tokoh masyarakat untuk menghadiri Safari Ramadhan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB di Seteluk pada tanggal 13 Maret. Sebelum menutup sambutannya, Bupati menceritakan kunjungannya di beberapa titik usaha hortikultura masyarakat sebelum acara Safari Ramadhan. Ia mengaku terinspirasi oleh kelompok petani milenial di Tatar yang mampu meraup penghasilan Rp10 juta per bulan dari menanam sayur. “Saya mendorong generasi muda untuk menjadi petani hortikultural.” ujarnya. Bupati mengungkapkan bahwa ia telah berkomimen dengan dinas terkait untuk mendukung masyarakat yang mau menjadi petani hortikultural trutama Kecematan Poto Tano yang dinilai berpotensi dan terbukti sudah ada yang berhasil menerapkannya
Acara Safari Ramadhan ini juga diisi dengan penyaluran bantuan. Sebanyak 25 paket bantuan disalurkan oleh PKK, 25 paket bantuan dari Baznas, dan 100 paket bantuan dari Pemda KSB. Serta penyaluran dana hibah 20 juta rupiah untuk Massjid Nisaul Jannah Tambak Sari, 20 juta rupiah untuk Masjid Taklim Mar’atussalihat Kokarlian, dan 100 juta rupiah diterima oleh Masjid Yayasan Al-Masri Hamzah Indonesia Dsn. Senayan Atas Desa Senayan.