Taliwang – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) KSB memberikan santunan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada 200 anak yatim piatu dalam acara buka puasa bersama yang berlangsung di Halaman Kantor Baznas pada Jumat (14/3/2026). Kegiatan yang turut dirangkaikan dengan penyerahan sembako, infaq, penyerahan hadiah lomba video, serta pelaksanaan khitanan massal, menunjukkan komitmen Baznas dalam memperluas jangkauan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Ketua Baznas KSB, H.M. Jafar Yusuf, S.Sos., mengungkapkan, pihaknya secara aktif membangun komunikasi dan menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, sebagai upaya sinergitas dalam mengoptimalkan program-program sosial.
Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Baznas. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu memberikan dukungan penuh terhadap Baznas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial umat di KSB. “Jika ini urusan Baznas, pemerintah akan langsung memberikan dukungan penuh karena ini adalah kebaikan,” tegas Bupati.
Bupati lebih lanjut memaparkan program prioritas pemerintah daerah, yaitu Kartu KSB Maju pada layanan maju Sosial memberikan bantuan rutin sebesar Rp500.000 per anak per bulan untuk anak yatim yang telah terdistribusi sejak tahun 2025. Harapannya, program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Tak hanya kepada anak yatim, perhatian Baznas dan pemerintah juga menyentuh dunia pendidikan. Dalam kesempatan ini, Baznas KSB turut memberikan THR kepada guru honorer, sebuah inisiatif yang sangat diapresiasi. Bupati kemudian menyinggung perihal kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bahwa PPPK dapat ditempatkan di sekolah asal atau swasta dengan catatan pelayanan di sekolah negeri telah terpenuhi secara optimal.
Perhatian pemerintah KSB terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik bukanlah hal baru. Sebelumnya, Pemerintah daerah telah memfasilitasi para guru agama untuk mengikuti program sertifikasi dengan membiayai ujian yang dibutuhkan. Bupati pun kembali menegaskan pentingnya perjuangan para guru untuk meraih sertifikasi tersebut. “Berjuanglah untuk mendapatkan itu. Kita bisa memfasilitasi untuk mengikuti tesnya,” ujarnya, seraya memastikan bahwa guru-guru swasta juga memiliki akses yang sama. Bupati berharap, apa yang diberikan oleh Baznas maupun fasilitasi sertifikasi dari pemerintah dapat membawa manfaat bagi seluruh guru, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Tidak hanya itu, perhatian pemerintah kepada sekolah swasta diwujudkan melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang menyasar sekolah swasta di KSB. Dengan adanya BOSDA ini, diharapkan dapat mengurangi beban pembayaran honor tenaga pengajar di sekolah swasta. “Beban yang berat dalam membiayai honor itu, sehingga BOSDA diharapkan dapat membantu meringankan,” jelas Bupati.
“Kita berikhtiar agar Pendidikan yang ada di KSB benar-benar gratis, pendidikan tanpa pungutan. Harus gratis, ini yang pemerintah usahakan melalui koperasi ataupun dengan Baznas,” pungkas Bupati, menegaskan tujuan pemerintah daerah untuk mewujudkan pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat Sumbawa Barat.