
Rombongan Pemkab. Sumbawa Barat melakukan study banding ke Pondok Pesanteren NU Al Mansyuriah Ta’limusyibhyan. Kunjungan tersebut dalam rangka mempelajari manajemen pengelolaan Bank Wakaf Atqia (Ahmad Taqiuddin Mansyur). Bank Wakaf yang mengambil nama pendiri Pondok Pesanteren NU Al mansyuriah Ta’limusibhyan tersebut, telah dinobatkan sebagai Bank Wakaf terbaik se-Indonesia oleh Otoritas Jasa Keuangan Syariah.
Kegiatan yang berlangsung pada hari sabtu/8/01/2022 diterima langsung oleh Ketua Yayasan Dr. Baiq Mulianah. Sementara itu, rombongan KSB terdiri dari Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala bagian administrasi pembangunan Setda KSB yang juga Sekretaris Umum MES KSB, Ketua Bidang Hubungan antar Lembaga yang juga Kadis Arpusda KSB, Kabag Perekonomian dan Kasubag Keuangan SETDA, dan Bagian Humas Pemkab. Sumbawa Barat.
Kegiatan berlangsung diruang aula pertemuan pondok pesanteren. Dalam sambutan penerimaan, mewakili pengurus Ponpes Almansyuriah Ta’limusyibhan, TGH Abdussalam selaku pengasuh, mengucapkan terimakasih atas kunjungan tersebut. Mewakili keluarga besar ponpes, beliau mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan. Semoga kunjungan yang dilakukan akan terus berlanjut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Almansyuriah Ta’limusyibhan Dr. Baiq Mulianah menyampaikan terimakasihnya atas kunjungan yang dilakukan oleh Pemkab. Sumbawa Barat. Keberadaan Bank Wakaf Atqia menurut Baiq Mulianah terbangun atas kerja ikhlas para pengurusnya. Bank wakaf Atqia telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarskat sekitar. Terdapat seribuan nasabah yang saat ini menjadi anggota Bank Wakaf Atqia. Mereka dapat membiayai hidupnya sehari-hari tanpa terlilit riba. Mereka juga bisa menabung dan sekaligus bersedekah. Setiap minggu mereka bersedekah melalui penyelenggaraan halaqah mingguan. Tidak banyak, 500 rupiah, hibgga 2000 Rupiah, dan tidak disangka sekarang mereka sdh memiliki tabungan sebanyak 94.000.000. Karena produltifitasnya, alhamdulillah Bank Wakaf Atqia mendapat predikat terbaik seluruh Indonesia oleh OJK, ungkap Dr. Baiq Mulianah yang juga Rektor Universitas NU NTB.
Sementara itu, Mewakili ketua rombongan H. Amir Syarifudin, S.Pd.,ST.,MM menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Bank Wakaf Atqia yang luar biasa. Pemkab. Sumbawa Barat harus belajar banyak kepada Bank Atqia. Oleh karenanya menurut H. Amir, Pemkab. Sumbawa Barat akan mengirim utusannya untuk belajar di Bank Wakaf Atqia, untuk selanjutnya ilmu yang didapatkan dapat diterapkan di Kabupaten Sumbawa Barat, terang H. Amir.
Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab. Para pengurus Bank Wakaf Atqia memaparkan bagaimana model operasional manajemen Bank Wakaf Atqia kepada perwakilan dari rombongan Pemkab. Sumbawa Barat.
Dikelola dan diawasi oleh OJK
LKMS berawal dari koperasi, boleh dimanfaatkan. Skema hibah, yayasan yang menjadi nadzir, didampingi oleh OJK pusat. Pelatihan 40. Karantina bogor. Akad qardulhasan/pinjaman murni.
Apakah harus pondok pesanteren? tidak. Dana awal CSR dari perusahaan, BWM didampingi oleh Lasnas BSM. CSR Astra, izinnya koperasi syariah, izin dari OJK, hanya dikenakan biaya administrasi. Di blok dan diinvestasikan di bank syariah, Pelatihan uji kelompok, Pelatihan di pondok.