Senin, 30 September 2019. Tim Survey akreditasi melakukan pra survey terhadap RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Graha Fitrah. Surveyor yang terdiri dari tiga orang yaitu Dr.dr.Nucki Nursjamsi Hidajat, Sp.OT(K), M.Kes,FICS, dr. Pandith Ariwibowo, MM, Ns. Nurmaini, S.Kep akan melakukan serangkaian kegiatan survey untuk menilai kelayakan RSUD Asy-syifa mendapatkan akreditasi. Kegiatan pra Survey ini dilakukan untuk mematangkan tahap survey yang akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober 2019.
Wakil Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa RSUD Asy-Syifa masih menjadi Rumah Sakit terbaik di Pulau Sumbawa baik dari segi pelayanan maupun Fasilitas yang ada, ditambah lagi dengan banyaknya karyawan yang masih muda. “Saya percaya bahwa RSUD Asy-Syifa bisa meningkatkan akreditasinya”. kata wakil bupati. Selanjutnya wakil bupati memaparkan ikhtiar Kabupaten Sumbawa Barat dalam memenuhi hak-hak dasar Masyarakat termasuk didalamnya hak untuk mengakses fasilitas kesehatan. “Di usia Kabupaten Sumbawa Barat yang sudah menginjak lima belas tahun ini, tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan ini, tapi alhamdulillah RSUD Asy-Syifa berhasil mendatangkan beberapa dokter spesialis pada tahun 2018, mendahului kabupaten-kabupaten lain yang lebih tua khususnya di Pulau Sumbawa. Dari pelayanan, disiplin, maupun anggaran, kami mengawal langsung agar benar-benar berjalan dengan baik”. tutup Wakil Bupati.
Direktur RSUD Asy-Syifa dr. Carlof melaporkan bahwa Survey akan di laksanakan empat hari mulai dari tanggal 1 s.d. 4 oktober 2019. RSUD Asy-syifa sudah melakukan serangkaian persiapan dalam menghadapi survey akreditasi mulai dari bimibingan teknis, Uji Coba, Pemantapan Regulasi, Melengkapi dokumen, serta wawancara. Sehingga RSUD Asy-Syifa siap menghadapi servey akreditasi ini.
Surveyor diutus oleh komite akreditasi nasional untuk melihat sejauh mana kesiapan rumah sakit menghadapi akreditasi. Ada 1000 standar yang harus dicek, hal tersebut dilakukan agar pengguna fasilitas kesehatan di KSB menerima pelayanan yang layak, tidak berbeda dengan rumah sakit yg ada di kota. (HUmpro/rilis/221/IX/2019)