(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

Warga Dusun Takris akhirnya melepaskan lahannya, untuk di beli PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT) sebagai lokasi pembangunan industri peleburan dan pengolahan hasil tambang (Smelter) dan industri turunannya di Kecamatan Maluk. Kesepakatan warga yang dipimpin Kepala Dusun, Pak Wagiman bersama Pemerintah Daerah sebagai fasilitator percepatan pembebasan lahan dan pembangunan Smelter ini tercapai di Gedung Serbaguna Sangkaladi, Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Rabu sore (21/08/19).

Warga Dusun Takris merupakan warga terakhir yang melepaskan lahannya untuk lokasi pembangunan Smelter. Kesepakatan diwarnai dengan isak tangis warga Takris, termasuk Bupati. Bupati dan Warga Takris pun saling bersalaman dan berpelukan. Dilepaskannya lahan, fasilitas dan tanaman warga Takris ini menjadi jawaban bahwa warga se Kecamatan Maluk mendukung kehadiran Smelter. Kesepatakan ini juga menjawab bahwa Industri Smelter akan segera hadir di KSB, Provinsi NTB. Hadir dalam kegiatan, Kapolres Sumbawa Barat, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Manajemen PT. AMNT, Asisten II dan III Setda KSB, Ulama, Kepala OPD, Kepala Bagian Setda KSB, Camat se-KSB dan para warga di Kecamatan Maluk.

Warga Takris mau melepaskan lahan, fasilitas dan tanamannya setelah Bupati dibantu Kapolres, Dandim dan Asisten II Setda KSB meyakinkan warga bahwa pembayaran pembelian lahan menggunakan harga tertinggi yang ditetapkan tim Appraisal. Selain itu, Bupati komit untuk siap merelokasi rumah warga. Tidak hanya itu, Bupati juga komit akan menyediakan lahan yang akan digarap warga. ‘’Pemda siap relokasi, rumah tipe 36 dibangunkan, termasuk rumah anak-anak bapak, fasilitas umum, fasilitas sosial, jalan dibuat bagus. Lahan kami siapkan. Tiga bulan kami akan siapkan, selama itu sampai bapak-bapak belum masuk rumah baru, silahkan tetap tinggal di Otak Keris, garap lahan dan kebun bapak,” kata Bupati.

Selain berkat negosiasi alot yang dipimpin Bupati selaku Pembina Tim Percepatan Pembangunan Semlter di KSB, Provinsi NTB, dilepaskannya lahan, fasilitas dan tanaman warga Takris ini juga berkat dukungan dan bantuan para ulama, tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (toma) se-KSB yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H Syamsul Ismain, L.C. Negosiasi dimulai pukul 14.00 Wita yang diisi dengan ceramah tiga tokoh agama dan berakhir pukul 17.30 Wita.

Ketua MUI, K.H Syamsul Ismain, L.C yang mengawali ceramah intinya mengajak warga Takris untuk memikirkan masa depan KSB. Memikirkan generasi muda KSB yang membutuhkan  lapangan pekerjaan. Jika Smelter terwujud, maka sudah barang tentu akan diikuti dengan berdirinya industri turunannya, kemudian akan membuka lapangan pekerjaan sekitar 30 sampai 35 ribu orang. ‘’Yang butuhkan Smelter kita, untuk anak-anak kita. Untuk kemajuan daerah kita, maka mari kita memikirkan masyarakat KSB, saudara-saudara kita, memikirkan daerah kita, dan dengan melepaskan lahan bapak-bapak, maka bapak-bapak sudah bermanfaat bagi manusia yang lain,” kata K.H Syamsul Ismain.(Humpro/Rilis 190/VIII/2019)