TALIWANG—Membuka Konferensi Kerja I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) KSB 2019 di Central Kediaman Bupati, Sabtu pagi (19/01/2019), Bupati Sumbawa Barat mengharapkan lahirnya program kerja yang luar biasa untuk pendidikan KSB.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan, Konferensi Kerja I PGRI KSB tidak hanya mengisi kepengurusan PGRI KSB. Kemudian menghidupkan organisasi profesi ini agar tidak fakum dan memperkokoh silaturrahim guru-guru. Namun diharapkan Diharapkan melalui konferensi kerja I PGRI KSB menghasilkan program kerja yang luar biasa dan bermanfaat bagi KSB.
Lanjut Bupati, pada era milenial saat ini, arus teknologi informasi berubah dengan cepat. Tantangan tersebut harus dijawab oleh guru agar tidak kalah cepat menangkap informasi. Selanjutnya, tugas guru adalah mengelola dengan baik menjadikan informasi sebagai bahan pengetahuan yang berguna. Tugas guru juga tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan di sekolah. Akan tetapi juga menjadi corong pemerintah di tengah masyarakat untuk menyampaikan informasi yang tepat tentang program yang dijalankan pemerintah. ‘’Saya juga menyarankan, jangan ada bapak ibu guru yang telibat politik praktis. Bupati tidak bisa membantu. Sejumlah orang sudah diperiksa bahkan diberikan sanksi,” imbuh Bupati.
Ketua Umum PGRI Provinsi NTB, Drs. H. Ali, H. Arahim dalam sambutannya mengatakan, konferensi ini adalah momentum memperkuat PGRI KSB dan peningkatkan kualitas pendidikan di KSB. Jalani amanah sebagai pengurus PGRI dengan sepenuh cinta. Kemudian jalani tanggung jawab sebagai garda terdepan pendidikan dengan penuh hati, mulai dari guru PAUD-TK sampai SMA sederajat. ‘’Mari besarkan PGRI agar organisasi ini dicintai oleh anggota, dihormati oleh masyarakat dan disegani oleh mitra. Berikan juga pengabdian yang baik untuk pendidikan yang berkualitas,” kata H. Ali.(Humas & Protokol/Rilis/13/Humpro/I/2019)
