(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

TALIWANG—Hari pertama masuk kerja pasca libur Idul Fitri 1439 Hijriah, Pemerinah KSB melaksanakan Upacara Syukur ke-VI. Upacara dirangkai dengan Apel Tiga Pilar Kamtibmas (keamanan dan keteriban masyarakat) jelang Pilkada 2018 dan ditutup dengan Halal Bi Halal (saling memaafkan).

Selain dihadiri ASN lingkup Pemerintah KSB, peserta upacara bulanan Pemerintah KSB di Lapangan Graha Fitrah, Kamis (21/06/2018) yang  kali ini dirangkai dengan Apel Tiga Pilar Kamtibmas jelang Pilkada 27 Juni 2018 ini, hadir juga anggota Bhabinkamtimas, Babinsa dan anggota Linmas.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M selaku inspektur upacara dalam amanatnya menyampaikan, hari ini adalah awal untuk kembali melaksanakan aktifitas seperti biasanya setelah libur Idul Fitri. Dengan semangat Idul Fitri, ASN diharapkan dapat bekerja lebih berkualitas lagi. Menunjukkan dedikasi dan loyalitas yang tinggi dengan Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh, sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat bangsa. Mengedepankan kerja bersama atau gotong royong dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Menghindari maladministrasi, menjauhi pungutan liar/pungli dan menghindari korupsi.

Terlebih, triwulan kedua akan segera berakhir. Artinya penyelenggaraan pemerintahan akan memasuki triwulan ketiga. Bupati pun meminta Kepala OPD mengakselerasi seluruh jajaran dalam melaksanakan program kerja enam bulan ke depan dengan baik. Khususnya lagi OPD yang mengemban program unggulan PDPGR. Mengvaluasi pekerjaan yang telah dilaksanakan enam bulan terakhir. Memastikan tetap bekerja di bawah payung PDPGR guna ‘’Terwujudnya Pemenuhan Hak-Hak Dasar Masyarakat Yang Berkeadilan Menuju Kabupaten Sumbawa Barat Sejahtera Berlandaskan Gotong-Royong’’. Termasuk terus berikhtiar menekan angka kemiskinan di Bumi Gotong Royong.

Lanjut Bupati, tahun 2018 adalah tahun politik, tanggal 27 Juni mendatang masyarakat akan memilih gubernur dan wakil gubernur. Untuk menciptakan pilkada yang tertib, aman dan lancar, dibutuhkan sinergitas tiga pilar dalam menjaga Kamtibmas, yaitu Pemerintah Daerah, TNI dan Polri. Sinergitas Pemda berserta jajaran hingga Kelurahan termasuk Pemerintah Desa, bersama dengan Kodim 1628/Sumbawa Barat dan Polres Sumbawa Barat serta jajaran untuk kerja bersama, gotong royong menciptakan Kamtibmas. Bukan hanya menghadapi Pilkada 2018. Namun juga setelah Pilkada, pada Pemilu 2019 dan selanjutnya demi kelancaran pembangunan dan investasi di bumi Pariri Lema Bariri. ‘’Terus pertahankan KSB sebagai kabupaten paling aman di Provinsi NTB atau sebagai Kabupaten Zero Horizontal Conflict,” imbuh Bupati.

Khusus kepada ASN lingkup Pemerintah KSB, baik pejabat maupun staf, Bupati menekankan,  untuk harus tetap menjaga netralitas. Jangan menyalahgunakan jabatan, kendaraan dinas dan fasilitas pememrintah dalam bentuk apapun untuk mendukung kepenting politik kelompok tertentu. Jika ASN tidak netral, maka sudah tentu sanksi sesuai aturan yang berlaku akan menunggu. Jangan sampai karena tidak netral kemudian mempertaruhkan karir, jabatan dan nama baik sebagai ASN. Karenanya ASN harus menjadi contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat.

Dalam Pilkada, jelas Bupati, masyarakat dihadapkan dengan perbedaan yang memang sengaja diciptakan. Perbedaan adalah sunatullah dan akan tetap ada sampai akhir zaman. Jangan sampai karena saling berbeda pilihan, atau berbeda yang diunggulan kemudian merusak silaturrahim. Silahkan masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan baik, jangan golput. Karena satu suara menentukan nasib daerah dan rakyat lima tahun ke depan. ‘’Jadikan perbedaan pilihan dalam dunia demokrasi sebagai pemersatu, caranya  dengan saling memahami dan menghargai. Jika kita sudah saling memahami dan menghargai, sebesar apapun perbedaan yang ada tidak akan mudah memecah belah persatuan dan kesatuan kita,” pungkas Bupati.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Mustofa, S.H dalam sambutannya menyampaikan, kondusifitas di KSB tetap terjadi dari bulan Ramadhan, Idul Fitri hingga saat ini. Tidak ada kejadian hukum yang menonjol. Terkait Pilkada, akan ada 193 TPS (tempat pemungutan suara) di KSB. Setiap TPS-nya akan dijaga oleh satu anggota Polri dan babinsa serta dibantu dua anggota Linmas. Anggota Polri akan melaksanakan protap dalam pelaksanaan pengamanan pilkada dan tetap dalam posisi netral. ‘’Polres Sumbawa Barat siap melaksanakan pengamanan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di KSB. Mari kita bersinergi, mulai dari Pemda, Kodim, Polres, kelurahan dan seluruh masyarakat agar tidak ada gangguan yang terjadi di KSB,” kata Kapolres.

Sementara itu, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Let Kol Czi Eddy Oswaronto, S.T, Kodim 1628/Sumbawa Barat siap bersinergi dengan Pemda dan Polres serta masyarakat dalam menjaga Kamtibmas jelang Pilkada. TNI sesuai aturan tetap dalam posisi netral dan hanya melakukan pengamanan. ‘’Seperti yang disampaikan Bupati, KSB merupakan kabupaten Zero Horizontal Conflict dan mari terus kita pertahankan bersama,” katanya.

Usai upacara Sykur ke-VI KSB dirangkai Apel Tiga Pilar Kamtibmas jelang pilkada 27 Juni 2018, acara dilanjutkan dengan halal bi halal. Peserta upacara satu persatu menyalami Bupati dan Wakil Bupati, Ketua TP PKK KSB, Ketua GOW KSB, Pimpinan DPRD KSB, Kapolres, Dandim dan pejabat lingkup Pemerintah KSB di depan Gedung Graha Fitrah.(Bagian Humas dan Protokol)