(0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765 prokopimksb@gmail.com

SURABAYA, 3 Februari 2026 – Wakil Bupati Sumbawa Barat beserta jajaran melakukan kunjungan kerja dalam rangka audiensi dan studi tiru ke Pemerintah Kota Surabaya pada Senin, (03/02) 2026. Langkah ini diambil guna memperdalam strategi pengelolaan sampah dan penataan ruang terbuka hijau (RTH) yang telah sukses diterapkan di Kota Pahlawan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov. , didampingi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan KSB, Syahril, S.T., serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB, Aku Nur Rahmadin, beserta jajaran terkait. Rombongan diterima langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi dan Sekretaris DLH Kota Surabaya, Maria Agustin Yuristina beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Pemkot Surabaya berbagi ilmu. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi kemajuan daerahnya. “Mohon berkenan nanti mungkin ada pengalaman-pengalaman dari Pak Asisten dan seluruh jajaran yang sudah dilaksanakan di kota Surabaya ini yang kami bisa petik untuk kami kembangkan atau kami laksanakan di kabupaten kami sehingga kami merasa betul-betul secara maksimal melayani masyarakat,” ujar Hj. Hanipah.

Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di KSB masih menghadapi sejumlah tantangan. Saat ini, KSB memiliki sembilan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), namun baru satu TPA yang beroperasi secara aktif. Dengan jumlah penduduk sekitar 158 ribu jiwa, penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kebutuhan mendesak.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Surabaya memaparkan berbagai kebijakan dan inovasi yang telah dijalankan, termasuk upaya menekan volume sampah yang masuk ke TPA Benowo dari sekitar 1.800 ton menjadi 1.500 ton per hari. Keberhasilan tersebut didukung oleh keterlibatan aktif masyarakat melalui puluhan ribu kader lingkungan, optimalisasi ratusan bank sampah yang terintegrasi secara digital, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Beberapa poin kunci yang menjadi perhatian KSB meliputi:

  • Pemberdayaan Masyarakat: Adanya 29.000 Kader Surabaya Hebat (KSH) yang menjadi garda terdepan dalam edukasi pemilahan sampah di skala rumah tangga.
  • Optimalisasi Bank Sampah: Surabaya kini memiliki 919 unit bank sampah yang terintegrasi melalui aplikasi Sibasam, yang mampu memberikan nilai ekonomi langsung bagi warga.
  • Pemanfaatan Teknologi: TPA Benowo yang dikelola bersama PT Sumber Organik mampu mengubah sampah menjadi energi listrik sebesar 11 MW setiap harinya melalui metode gasifikasi dan landfill gas.
  • Inovasi Produk: Pengembangan popok kain pakai ulang merek “Bumbi” yang diproduksi oleh UKM disabilitas sebagai upaya mengurangi sampah popok sekali pakai.

Selain masalah sampah, Pemkab KSB juga tertarik mempelajari pengelolaan 45 taman aktif di Surabaya untuk diterapkan di Kompleks Kemutar Telu Center (KTC) Taliwang yang memiliki luas 40 hektare.

Melalui kunjungan kerja ini, Wakil Bupati KSB menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk menindaklanjuti hasil studi tiru dengan langkah-langkah konkret dan terukur, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal terjalinnya kerja sama berkelanjutan antara KSB dan Kota Surabaya dalam mewujudkan tata kota yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.