
Sumbawa Barat, – Dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1443 H yang dilaksanakan di halaman Masjid Agung Darussalam senin/02/05/2022, Dr. KH. L. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M. yang bertindak sebagai khatib, memaparkan konsep puasa berdasarkan ilmu pengetahuan.
Buya Zul, sapaan akrab pimpinan Pondok Pesanteren Al-Ikhlas tersebut mengatakan bahwa hari kita telah usai berjihad. Puasa ramadhan yang telah kita lewati selama 30 hari adalah jihad. Kita telah memenangkan iman kita atas hawa nafsu kita.
Dalam surat Al Maidah ayat 3 Allah SWT berfirman “Pada hari ini telah Ku psempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. Islam itu adalah nikmat, jangan pernah menganggap ibadah itu beban.

Dijelaskan Buya Zul tentang peran Islam dalam membangun jiwa umat. Dicontohkan bahwa Korea Selatan dan Jepang adalah negara maju yang telah maju dari sisi iptek. Tetapi negara maju tersebut memiliki catatan bahwa negara tersebut memiliki angka bunuh diri tertinggi. Hal tersebut dikarenakan otak mereka maju tapi batin mereka kosong. Disitulah dapat kita ambil hikmah bahwa nikmat tertinggi adalah agama.
“Walaupun negaranya maju tetapi jika tidak disertai dengan iman yang baik maka itu tidak ada artinya. Oleh karenanya perlu ada keseimbangan antara Iptek dengan agama. Apa pun masalah kita, kita perlu membiasakan diri untuk selalu meminta kepada Allah, karena Allah sudah tau apa isi hati kita. Minta kepadanya karena ialah maha segala-galanya. Kita punya Allah sebagi tempat bersandar”, kata Buya.
Dalam kesempatan tersebut, Buya zul juga memaparkan hasil temuan ilmuan Jepang tentang puasa. Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuan jepang karena ingin mengurai rasa penasarannya tentang apa itu puasa bagi umat Islam. Hasil temuan tersebut diberi nama Autopedi. Dalam teori tersebut memaparkan bahwa di dalam tubuh kita terdapat triliunan sel. Di dalam triliunan sel tersebut terdapat sel-sel yang mati. Sel yang mati tersebut dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Setiap harinya, sel juga melakukan aktifitas makan. “Jadi ketika kita puasa maka sel akan memakan sel yang sudah mati dan sudah menjadi sampah tersebut, karena sudah tidak adalagi yang dapat dimakan. Oleh sebab puasa, manusia akan membersihkan tubuhnya dari sel yang mati, dan tubuh kita akan diisi oleh sel-sel yang baru. Dalam teori tersebut juga menyebutkan bahwa jika ingin awet muda berpuasalah. Rasulullah SAW juga menghimbau berpuasalah agar kamu sehat”, tutup Buya.